Profil Dusun Ploso Kidul

Sejarah Desa Plosogede

Desa Plosogede menyimpan akar sejarah yang kuat sejak zaman kolonial Belanda, dengan jejak budaya dan tradisi Jawa yang masih lestari hingga kini.

Nama "Plosogede" berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa: "Kemploso" yang berarti keras (atos), dan "Gede" yang berarti besar. Nama ini merujuk pada sebuah batu besar yang sangat keras di Sungai Ingas yang menjadi ciri khas wilayah ini sejak berabad-abad lalu.

Pada masa kolonial, wilayah ini pernah dipimpin oleh tokoh bergelar "Ndoro Denmas" yang bertempat tinggal di Dusun Druju Tegal. Catatan kepala desa tertua berasal dari Bapak R. Parto Didjojo (1900–1923), dilanjutkan oleh Bapak R. Hardjo Sumarto (1923–1936). Hingga kini, jejak kereta api lori pengangkut hasil perkebunan era Belanda masih dapat ditemukan berupa sisa-sisa tiang jembatan di wilayah desa.

Dusun Ploso Kidul adalah salah satu dusun yang berada di dalam wilayah administratif Desa Plosogede, bersama dengan Dusun Ploso Wetan dan Ploso Kulon yang tergabung dalam wilayah Ploso Raya.


Video Profil Dusun

Saksikan dokumentasi visual keindahan alam, aktivitas gotong royong, dan profil pembangunan di Dusun Ploso Kidul melalui tayangan berikut:


Letak Geografis & Wilayah

Desa Plosogede terletak di dataran rendah Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Dengan topografi yang diapit Kali Progo di selatan dan Kali Putih di barat, desa ini memiliki tanah yang subur dan kaya air.

2,65 kmΒ² Luas Wilayah
3 Dusun Ploso Raya
Β±202 m Ketinggian dpl

Batas-Batas Wilayah

Arah Mata Angin Batas Wilayah
Utara Desa Sirahan, Kecamatan Salam
Timur Desa Jamus Kauman & Desa Karangtalun, Kecamatan Ngluwar
Selatan Kali Progo / Desa Banjaroyo, Kec. Kalibawang (D.I. Yogyakarta)
Barat Kali Putih / Desa Blongkeng, Kecamatan Ngluwar

Dusun Ploso Raya

Dusun Ploso Kidul merupakan bagian dari Desa Plosogede, bersama dua dusun lainnya yang tergabung dalam wilayah Ploso Raya di bawah Kepala Dusun yang sama:

  • Dusun Ploso Kidul β€” Wilayah RW 06 (5 RT)
  • Dusun Ploso Wetan β€” Wilayah RW 07 (5 RT)
  • Dusun Ploso Kulon

Peta Administrasi Dusun Ploso Raya

Peta berikut menunjukkan batas wilayah administrasi Dusun Ploso Kidul, Ploso Wetan, dan Ploso Kulon beserta penggunaan lahan, fasilitas umum, dan jaringan jalan dusun.

Peta Administrasi Dusun Ploso Raya, Desa Plosogede, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang β€” menampilkan batas wilayah Ploso Kidul, Ploso Wetan, dan Ploso Kulon

πŸ“ Peta Administrasi Dusun Ploso Raya β€” Skala 1:2.000 | Dibuat oleh: Kelompok KKN UPNVY 173 | Sumber: INA Geoportal, PERKA BIG No.3/2016, Google Earth Pro

Visi & Misi Dusun

Visi Dusun

“Terwujudnya Dusun Ploso Kidul yang Mandiri, Sejahtera, dan Berbudaya berbasis Pertanian dan Perikanan Produktif dengan Semangat Gotong Royong.”

Misi Dusun

  1. Peningkatan Ekonomi Warga: Mengoptimalkan hasil pertanian, holtikultura, dan budidaya ikan air tawar melalui pendampingan teknologi modern.
  2. Keterbukaan Informasi: Menyelenggarakan komunikasi dan pelayanan publik yang ramah, terbuka, dan berbasis digital untuk kemudahan warga.
  3. Pelestarian Tradisi: Menjaga dan melestarikan kearifan lokal Jawa, kebudayaan daerah, serta menguatkan semangat gotong royong antar warga.
  4. Pembangunan Berkelanjutan: Membangun infrastruktur dusun yang merata, ramah lingkungan, dan mempermudah akses ekonomi warga di wilayah Ploso Raya.

Adat Istiadat & Seni Budaya

Kehidupan sosial kemasyarakatan di Dusun Ploso Kidul masih kental dengan adat ketimuran Jawa yang diwariskan turun-temurun. Keharmonisan dan kerukunan warga senantiasa dijaga lewat berbagai adat budaya tahunan:

πŸ₯ Hadrohan

Kesenian shalawatan dan rebana khas Jawa yang rutin digelar dalam acara-acara keagamaan dan kemasyarakatan di Dusun Ploso Kidul. Irama hadrohan menjadi pengiring doa bersama yang mempererat tali silaturahmi antarwarga.

πŸ₯ Kesenian Jathilan

Tarian tradisional menunggang kuda kepang diiringi gamelan dinamis yang sangat digemari warga. Kesenian ini dilestarikan oleh sanggar seni lokal sebagai wujud kebanggaan budaya Menoreh.

🀝 Sambatan & Gotong Royong

Adat saling membantu tanpa upah ketika ada warga yang mendirikan rumah, memperbaiki saluran air sawah, atau mempersiapkan acara besar keluarga. Tradisi ini menjaga persaudaraan tetap erat.